FAKTA SEJARAH SURAT PERINTAH SEBELAS MARET

Humas ║ Penulis: Ato’ Farid ║ Editor: Tristi Munawaroh ║10 Maret 2021

Parakan, Temanggung – Sampai sekarang, Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) masih diperdebatkan karena belum terkuak kebenarannya. Supersemar sendiri adalah surat perintah Soekarno yang menginstruksikan Soeharto agar mengamankan Indonesia. Hanya saja, beredar banyak versi dari Supersemar.

Sampai sekarang pun belum benar-benar jelas isi dan keaslian dari Supersemar. Berikut fakta-fakta sejarah tentang Supersemar yang perlu kamu tahu.

  1. Supersemar adalah surat perintah dari Soekarno yang ditandatangani pada 11 Maret 1966;
  2. Dengan Supersemar, Soekarno memerintahkan Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil tindakan atas situasi buruk yang terjadi kala itu;
  3. Adapun, pengamanan tersebut terkait dampak peristiwa Gerakan 30 September 1965;
  4. Penggunaan Supersemar ini sangat signifikan, karena Soeharto pada akhirnya menggunakannya untuk mengamankan jalannya pemerintahan;
  5. Bahkan Supersemar pun akhirnya digunakan Soeharto sebagai legitimasi untuk mengambil alih kepemimpinan Soekarno;
  6. Ini menjadi tonggak awal lahirnya Orde Baru yang berkuasa selama lebih dari 30 tahun;
  7. Supersemar dipermasalahkan karena memiliki lebih dari satu versi, sehingga diragukan keaslian isinya apakah sekadar untuk mengamankan negara atau mencakup hingga pengalihan kekuasaan;
  8. Hingga sekarang, terdapat 4 versi Supersemar yang disimpan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI);
  9. Keempat versi itu, antara lain dari Akademi Kebangsaan, Pusat Penerangan (Puspen) TNI AD, dan dua versi dari Sekretariat Negara (Setneg);
  10. Menurut M. Asichin, Kepala ANRI dalam “Workshop Pengujian Autentikasi Arsip” tidak ada naskah yang asli setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri;
  11. Selama ini, Supersemar yang dijadikan pegangan adalah versi dari Puspen TNI AD, namun itu juga tak asli karena menggunakan teknologi mesin komputer, padahal pada 1966 masih baru ada mesin tik manual;
  12. Meski begitu, menurut Mahfud MD dalam “Diskusi 50 Tahun Supersemar: Implikasi Supersemar bagi Peradaban Bangsa” Supersemar sebaiknya tak dipersoalkan lagi dan mengimbau untuk berdamai dengan sejarah.

Mengutip pernyataan Soekarno: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri”. Itu sebabnya, kamu perlu mengingat bahwa peristiwa Supersemar ini masih menjadi misteri hingga sekarang. Misteri ini mungkin tak akan pernah terkuak jika naskah aslinya tak ditemukan.

Meski begitu, jangan juga melupakan bahwa Indonesia pun harus terus maju. Oleh karena itu, ayo, lanjutkan perjuangan bangsa ini!

Referensi:

Semoga bermanfaat dan mari bersama lawan covid. (af_21.34)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *