Penguatan Nilai Budaya Kerja Guru Madrasah

Pembinaan Guru MTsN 1 Temanggung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama KabupatenTemanggung, Ahmad Muhdzir, S.Ag, M.M. pada Rabu 17 Juni 2020

Parakan – Rabu, 17 Juni 2020 pukul 07.30 bertempat di aula madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Ahmad Muhdzir, S.Ag, M.M. menyampaikan orasi pembinaan kepada guru-guru MTsN 1 Temanggung, sekaligus memperkenalkan diri atas jabatan barunya.

Dalam situasi pandemi wabah penyakit, kegiatan ini tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. Dibuka dengan mengucapkan “taqabballahu minna wa minkum minal ‘aaidin walfaaiziin mohon maaf lahir dan batin apabila kami, mewakili seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung baik secara pribadi mapun secara kedinasan disana sini banyak sekali kekhilafan dan kekurangannya. Begitu pula apabila ada dari bapak ibu yang mungkin ada kesalahan dan kekhilafan kepada pegawai Kantor Kementerian Agama KabupatenTemanggung, sudah kami maafkan”.

Profil Kepala Kantor

Laki-laki berusia 46 tahun kelahiran Purbalingga ini mengawali karir sebagai CPNS Penyuluh Agama Islam di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pada tahun 2002 dan diangkat menjadi PNS satu tahun setelahnya. Tahun 2010, Beliau diangkat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan pada tahun 2015 diangkat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Kemudian, pada April 2020 beliau diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung. Ayah enam anaktiga putra dan tiga putri yang memiliki hobi membaca dan menyanyi ini menamatkan pendidikan S-1 dari IIQ Wonosobo tahun 1997 dan menamatkan pendidikan S-2 Manajemen Pendidikan di UNSUD Purwokwerto. Berikut profil lainnya.

Pembinaan Kepala Kantor

Dalam hal berkinerja pegawai (guru-pen) Kemenag Kabupaten Temanggung, beliau mengajak untuk “mengedepankan lima budaya kerja Kementerian Agama”. Pertama integritas, ialah kesuaian antara perkataan, pikiran, hati dan perbuatan kita serta melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ada dan perundang-undangan yang berlaku. “Integritas membutuhkan loyalitas”, ungkapnya saat menyinggung rencana kegiatan belajar mengajar Tahun Pelajaran 2020/2021 Kabupaten Temanggung  yang akan dilaksanakan tanpa tatap muka karena menjadi daerah zona merah pandemi covid-19. Mengapa harus loyal terhad apatasan? Karena rezeki itu tidak serta-merta turun secara langsung, ada orang-orang yang diutus oleh Allah untuk menjadi jalan dan kran rezeki bapak ibu guru menjadi lancer. Seperti kepala madarsah, kepala tata usaha, kepala kantor dan seterusnya.

Kedua profesionalitas, terletak pada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yaitu pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Guru profesional yang berhak mendapat tunjangan profesi guru maka guru harus menguasai empat kompetensi tadi. Kompetensi pedagogik yaitu guru mampu merencanakan pembelajaran di awal tahun pelajaran. Sekaligus mampu melaksanakan pembelajaran seperti Pembelajaran Jarak Jauh dalam situasi pandemic sekarang ini. Selain itu, guru juga dituntut mampu mengevaluasi, yaitu mengadakan penilaian kepada peserta didik, menganalisis dan menindaklanjuti hasil pembelajaran. Kompetensi professional dengan cara meningkatkan kompetensi pendidikannya seperti ketika penghitungan angka kredit pegawai dan seterusnya. Kompetensi social yang hubungannya degan kepala madrasah dan kepala tata usaha, hubungan dengan sesama guru dengan komite dengan siswa dan wali peserta didik agar semua terjalin dengan baik. Kompetensi kepribadian yaitu menjadi orang yang bertanggungjawab, adil, bijaksana punya kepeduian dan seterusnya.

Ketiga inovasi, ialah memelihara yang baik-baik dulu yang pernah dilaksanakan untuk dipertahankan dan mengambil sesuatu yang lebih baik seperti tidak alergi dengan praktik-praktik pembelajaran baru yang lebih baik, selama patut ditiru dan diadopsi . Keempat tanggungjawab, ialah apa yang pernah kita lakukan harus kita pertanggungjawabkan. Setiap tahun guru menandatangi SKP, artinya ada kontrak kerja guru dengan atasan, berisi target capaian di akhir tahun harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan. Disamping melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan  semua pertanggungjawaban yang terpenting ialah tanggungjawab nanti di akhirat. Oleh karena itu, isilah lembaran-lembaran hidupd engan yang baik dengan prestasi sehingga nanti pantas mempertanggungjawabkan dihadapan Allah swt.

Kelima keteladanan, mari kita jadikan teladan dalam kinerja, bapak kepala menjadi teladan bagi guru-gurunya, waka menjadi teladan bagi guru, guru menjadi teladan bagi kolega atau teman kerja dan perserta didik. Terkait keteladan pada lima budaya kerja , beliau menyisipkan pesan moral sekaligus doa kepada warga MTsN 1 Temanggung. Berikut pesan moralnya.

Akhir kata, terima kasih kami telah diingatkan dengan pembinaan ini dan mari bersatu lawan covid. Semoga bermanfaat. (af_19.58)

  • Humas MTsN 1 Temanggung
  • Penulis : ato’ farid
  • Editor : tristi munawaroh
  • Upload : kamis, 18-6-2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *