Selayang Pandang—Ibu

Humas ║ Penulis: Tristi Munawaroh ║ Editor: Tristi Munawaroh ║ Senin, 21 Desember 2020

image from talitashare.com

IBU!

Sosok perempuan tangguh

Tempat berteduh dan

Mengeluh, serta membasuh peluh

Saat kita lelah

Menangis dan terjatuh

Beberapa bait puisi yang menceritakan sedikit sosok ibu. Jika berbicara ibu, tentunya tidak akan pernah ada habisnya. Dalam kehidupan, ibu menjadi simbol utama.

Ibu merupakan sosok tangguh yang selalu mengutamakan keluarganya. Beliau bangun lebih dahulu, menyiapkan berbagai keperluan ayah, baju sekolah anak, sarapan bahkan merapikan rumah. Setelah semua siap bisikan manis mulai terdengar di telinga setiap anggota keluarga.

Ruang makan menjadi bukti utama betapa tangguhnya seorang ibu. Setelah menyiapkan sarapan pagi, ibu menyuruh setiap anggota keluarga untuk bersiap-siap. Rela makan paling akhir setelah memastikan suami dan anaknya kenyang. Sering tidak kebagian lauk, namun tetap membuat suasana tenang dengan alasan “Ibu sudah makan ikannya saat masak.”

Ketika mengalami masalah dalam kegiatan belajar anaknya dengan nilai yang kurang memuaskan, ibu senantiasa mencarikan solusi. Bahkan ketika anaknya mendapatkan nilai yang jelek beliau tetap menenangkan dengan kalimat “tidakapa-apa, nilai bisa diperbaiki.”

Tempat berkeluh kesah dari berbagai masalah. Ibu merupakan pendengar yang baik. Ketika anaknya mendapatkan masalah kehidupan ibu juga senantiasa membuka hati dan telinga agar beban yang ditanggung anaknya berkurang. Meskipun masalah yang dihadapinya jauh lebih besar dari masalah anaknya beliau akan tetap memberikan yang terbaik.

Orang yang pertama datang memberi bantuan ketika masalah besar datang. Beliau dengan senang hati mengutamakan anaknya yang terkena masalah agar cepat selesai masalah itu daripada menyelesaikan masalahnya sendiri. Beliau juga bahagia ketika anaknya mencapai apa yang diinginkan, walaupun itu tidak berdampak pada kehidupannya.

Betapa besarnya pengorbanan seorang ibu untuk kehidupan ini. Saya kira hidup kita akan tidak baik-baik saja tanpa hadirnya seorang ibu. Mari berbakti untuk ibu kita yang senantiasa menyiapkan masa depan cerah untuk kita.

Terimakasih ibu. Dengan senyum hangatmu kami akan senantiasa merasa bahagia. Selamat Hari Ibu, untuk para ibu hebat di dunia. (tm_21.52)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *