KAMPANYE GERAKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) SISWA MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA 2045

Humas ║Penulis: Ato’ Farid ║Editor: Tristi Munawaroh ║Senin, 15 Maret 2021

Parakan, Temanggung – Tak ada kata terlambat. Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik.

DEFINISI PPK

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetis), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

TUJUAN PPK

  1. Membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan;
  2. Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dengan memperhatikankeberagaman budaya Indonesia;
  3. Merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi ekosistem pendidikan.

MENGAPA PERLU MELAKSANAKAN PPK DI SEKOLAH?

  1. Amanat Undang-Undang dan Kebijakan Nasional Pendidikan.
  2. Fokus pada Pendidikan Karakter. Pendidikan karakter bukan produk baru, bukan mata pelajaran, bukan kurikulum baru tetapi merupakan penguatan atau fokus dari prosespembelajaran dan sebagai poros/ruh/jiwa pendidikan.
  3. Penguatan Peran Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan Masyarakat. PPK mendorong penguatan ekosistem pendidikan (Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan Masyarakat).
  4. Praktik-Praktik Baik. Kekayaan pengalaman dan praktik-praktik baik sekolah khususnya Kepala Sekolah dan Guru.
  5. Keteladanan. Keteladanan dan perilaku baik Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua dalam keseharian.
  6. Konsep Pembelajaran Dialogis. PPK Berbasis Kelas, PPK Berbasis Budaya Sekolah, PPK Berbasis Partisipasi Masyarakat.
  7. PPK Terintegrasi dengan Seluruh Aktivitas KBM di Sekolah.

DIMENSI PENGOLAHAN KARAKTER

  1. Olah Hati (Etik). Individu yang memiliki kerohanian mendalam, beriman dan bertakwa.
  2. Olah Rasa (Estetis). Individu yang memiliki integritas moral, rasa berkesenian dan berkebudayaan.
  3. Olah Pikir (Literasi) Individu yang memiliki keunggulan akademis sebagai hasil pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat.
  4. Olah Raga (Kinestetik). Individu yang sehat dan mampu berpartisipasi aktif sebagai warga negara.

NILAI UTAMA KARAKTER PRIORITAS PPK

  1. RELIGIUS. Mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. NASIONALIS. Menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  3. MANDIRI. Tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita.
  4. GOTONG ROYONG. Mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama.
  5. INTEGRITAS. Upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

MANFAAT PPK

  1. Penguatan karakter siswa dalam mempersiapkan daya saing siswa dengan kompetensi abad 21 (berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi, dan berkolaborasi).
  2. Pembelajaran dilakukan terintegrasi di sekolah dan di luar sekolah dengan pengawasan guru.
  3. Revitalisasi peran Kepala Sekolah sebagai manajer dan guru sebagai inspirator PPK.
  4. Revitalisasi Komite Sekolah sebagai badan gotong royong sekolah dan partisipasi masyarakat.
  5. Penguatan Peran Keluarga melalui kebijakan pembelajaran lima hari.
  6. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, pegiat pendidikan, pegiat kebudayaan, dan sumber-sumber belajar lainnya.

FOKUS GERAKAN PPK

  1. STRUKTUR PROGRAM. Difokuskan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan memanfaatkan ekosistem pendidikan yang ada di lingkungan sekolah serta penguatan kapasitas kepala sekolah, guru, orang tua, komite sekolah dan pemangku kepentingan lain yang relevan.
  2. STRUKTUR KURIKULUM. Tidak mengubah kurikulum yang sudah ada melainkan optimalisasi kurikulum pada satuan pendidikan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta nonkurikuler di lingkungan sekolah
  3. STRUKTUR KEGIATAN. Mengajak masing-masing sekolah untuk menemukan ciri khasnya sehingga sekolah menjadi sangat kaya dan unik serta mewujudkan kegiatan pembentukan karakter empat dimensi pengolahan karakter yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara meliputi olah rasa, olah hati, olah pikir, dan olah raga.

BASIS GERAKAN PPK

BERBASIS KELAS.

  1. Integrasi proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi kurikulum dalam mata pelajaran, baik secara tematik maupun terintegrasi
  2. Memperkuat manajemen kelas dan pilihan metodologi dan evaluasi pengajaran
  3. Mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan daerah.

BERBASIS BUDAYA SEKOLAH.

  1. Pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah
  2. Keteladanan orang dewasa di lingkungan pendidikan
  3. Melibatkan ekosistem sekolah
  4. Ruang yang luas pada segenap potensi siswa melalui kegiatan ko-kurikuler & ekstra-kurikuler
  5. Memberdayakan manajemen sekolah
  6. Mempertimbangkan norma, peraturan & tradisi sekolah.

BERBASIS MASYARAKAT.

  1. Potensi lingkungan sebagai sumber pembelajaran seperti keberadaan serta dukungan pegiat seni & budaya, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri.
  2. Sinergi PPK dengan berbagai program yang ada dalam lingkup akademisi, pegiat pendidikan dan LSM.
  3. Sinkronisasi program dan kegiatan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan juga masyarakat serta orangtua siswa.

INTEGRASI INTRAKURIKULER, KOKURIKULER, DAN EKSTRAKURIKULER

Intrakurikuler mempelajari mata pelajaran umum untuk memenuhi kurikulum. Kokurikuler, kegiatan untuk memperdalam kompetensi dasar pada kurikulum. Ekstrakurikuler, kegiatan untuk mengasah bakat dan minat anak serta keagamaan.

Gerakan PPK akan dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing sekolah. Penguatan Pendidikan Karakter adalah milik kita semua Dukungan publik dibutuhkan guna menambah proses kualitas pendidikan karakter yang lebih baik, oleh sebab itu keterlibatan orang tua, semerupakan sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental. Masa depan bangsa adalah tanggung jawab kita semua. SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Pelajar Pancasila” Kita Semua Sahabat – mp4

Akhir kata, semoga bermanfaat dan mari bersama lawan covid. (af_20.28  )

Sumber: https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *