KOTA ENDE DIPILIH SEBAGAI TEMPAT PELAKSANAAN UPACARA HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2022

HUMAS ǁ by Ato’ Farid ǁ Rabu, 25 Mei 2022

Parakan, Temanggung – Hasil rapat Koordinasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan Pemerintah Kabupaten Ende pada Rabu (6/4/2022), akhirnya Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 dilaksanakan secara terpusat di Kota Ende 1 Juni mendatang dan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, berdasarkan Surat Edaran Kepala BPIP nomor 4 tahun 2022. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 ini dilaksanakan dengan upacara secara hybrid (luring dan daring) sebagai upaya mendukung upaya pemerintah dalam mencegah, mengendalikan dan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Indonesia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 di Kota Ende ini menyimpan sejarah Pancasila ketika Bung Karno menjalani masa pengasingan di sana. Berikut sejarahnya yang dikutip dari laman cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Sejarah Pengasingan Ir. Soekarno di Ende

Pengasingan Ir. Soekarno diawali dengan pertemuan politik di rumah Muhammad Husni Thamrin di Jakarta, pada tanggal 1 Agustus 1933. Ir. Soekarno ditangkap oleh seorang Komisaris Polisi ketika ke luar dari rumah Muhammad Husni Thamrin dan kemudian dipenjarakan selama delapan bulan tanpa proses pengadilan.

Pada tanggal 28 Desember 1933, Gubernur Jenderal Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, De Jonge, mengeluarkan surat keputusan pengasingan Ir. Soekarno (saat itu berusia 32 tahun) ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ir. Soekarno diasingkan atau dibuang ke Ende karena kegiatan politiknya membahayakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Ir. Soekarno dan keluarganya bertolak dari Surabaya menuju Flores dengan kapal barang KM van Riebeeck. Setelah berlayar selama delapan hari, mereka tiba di Pelabuhan Ende dan langsung melaporkan kedatangannya ke kantor polisi. Mereka lalu dibawa ke rumah pengasingan yang terletak di Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja. Di rumah pengasingan inilah Ir. Soekarno berserta istrinya, Inggit Garnasih; mertuanya, Ibu Amsi; dan kedua anak angkatnya, Ratna Juami dan Kartika menghabiskan waktu mereka selama empat tahun. Ir. Soekarno dan keluarganya menempati rumah milik Haji Abdullah Ambuwaru.

Selama di Ende dari tahun 1934-1938 salah satu hal yang paling penting adalah ketika Ir. Soekarno di tengah keterasingannya di bawah pohon sukun, sebagai salah satu tempat beliau menggali pemikiran tentang dasar Negara yang kemudian dirumuskan oleh Panitia Sembilan menjadi Pancasila pada tahun 1945.

Pada tanggal 18 Oktober 1938 (tepat empat tahun, sembilan bulan dan empat hari), Ir. Soekarno dipindah dari Ende ke Bengkulu. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1951, Ir. Soekarno (saat itu sudah menjadi Presiden Republik Indonesia) mengunjungi Ende untuk pertama kalinya. Beliau bertemu Haji Abdullah Ambuwaru dan menyatakan keinginannya agar rumah tersebut dijadikan museum. Pada kesempatan kunjungan kedua tahun 1954, Ir. Soekarno meresmikan rumah itu sebagai “Rumah Museum” pada tanggal 16 Mei 1954.

Diskripsi Rumah Pengasingan Ir. Soekarno di Ende kini

Rumah Pengasingan Ir. Soekarno di Ende berlokasi di Kampung Ambugaga, Kotaraja, Ende Utara. Rumah ini menghadap ke arah timur atau ke Jalan Perwira. Bangunan rumah bergaya tradisional dengan desain yang sederhana, berlantai semen plesteran, berdinding tembok, dan beratapkan seng dengan langit-langit dari anyaman bambu. Dinding rumah dicat berwarna putih, sementara daun pintu dan jendela berwarna kuning, dan kusennya berwarna hijau. Di dinding bagian depan terdapat dua jendela, di atas kedua jendela tersebut terdapat markis.

Bangunan utama rumah terdiri atas ruang tamu, ruang tengah, dan tiga kamar tidur. Dapur dan kamar mandi berada di bagian belakang dan terpisah dari bangunan utama. Di halaman belakang rumah terdapat sumur.

Di dalam Rumah Pengasingan Ir. Soekarno di Ende masih disimpan benda-benda yang pernah dipakai oleh Ir. Soekarno dan keluarganya, antara lain ranjang besi dan lemari di kamar tidur; biola, tongkat, lampu minyak dan lampu tekan, setrika, peralatan makan, dan peralatan memasak, semuanya dipamerkan di ruang tamu. Beberapa foto dan karya lukis Ir. Soekarno terpasang di dinding rumah. Selain itu, terdapat buku-buku koleksi Ir. Soekarno yang disimpan di lemari buku dan diletakkan di teras belakang.

Sehubungan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, jauh hari sebelumnya BPIP telah meluncurkan “Video Salam Pancasila” pada (9/2/2022). Diskripsi peluncuran video ini menjelaskan bahwa “Salam Pancasila” merupakan salam yang diadaptasi dari Salam Merdeka yang disampaikan Presiden Soekarno tak lama setelah kemerdekaan Indonesia. Salam merdeka dipekikkan untuk mengingatkan bahwa kita bangsa merdeka dan tidak mau dijajah lagi.

Salam Pancasila sendiri mulai dikenalkan oleh Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan pada acara kegiatan penguatan Pendidikan Pancasia di Istana Bogor pada tanggal 12 Agustus 2017.

Salam Pancasila bukan untuk mengganti salam keagamaan. Tujuan utama salam Pancsasila adalah Salam Kebangsaaan untuk menghormati semua Warga Negara Republik Indonesia dari berbagai latar belakang agama, budaya apapun sesuai dengan spirit Bhineka Tunggal Ika.

Kehadiran video Salam Pancsasila ini diharapkan dapat turut menjawab pentingnya salam Salam Pancasila sebagai salam perekat dan pemersatu bangsa.

Sumber:

  • bpip.go.id
  • cagarbudaya.kemdikbud.go.id
  • channel youtube BPIP RI

Semoga bermanfaat. (af_23.15)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *