“MAU JADI APA AKU?” SEBUAH RESENSI, REMAJA WAJIB BACA BUKU INI

Humas ║Penulis: Tristi Munawaroh ║Editor: Ato’ Farid ║30 Maret 2021

Parakan, Temanggung – Kami sajikan resensi buku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan direkomendasikan pembacanya pada usia anak dan remaja. Remaja “wajib” baca buku ini.

RINGKASAN:

Buku produk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan buku yang ditujukan untuk pembaca usia remaja dengan harapan dapat menumbuhkan lebih banyak minat baca pada usia anak dan remaja.

Buku yang diterbitkan pada tahun 2020 ini berisi tuntunan bagaimana menjadi diri sendiri yang baik. Ketika dihadapkan berbagai masalah, sampai ke tujuan hidup akan menjadi apa diri kita nantinya? Motivasi-motivasi tersebut perlu kita pupuk sedari dini. Jadi, yuk, baca buku ini!

1. Kisah Pembuka

Masa depan merupakan misteri yang harus diperjuangkan setiap manusia. Memiliki masa depan yang cerah merupakan dambaan bagi setiap insan. Oleh karena itu, persiapan sejak dini menjadi salah satu penentu kesuksesan. Fenomena sosial yang bersinggungan langsung dengan kita pasti akan berdampak pada pola pikir. Misalnya, ketika melihat saudara (kakak) yang berkerja dua tahun di perusahaan dengan gaji besar selalu mengeluh saat pulang kerja, karena rekan kerjanya atau pekerjaannya tidak sesuai pation.

Saudara kita termasuk orang cerdas. Dia diterima di kampus ternama dengan jurusan yang terkenal sulit untuk memasukinya. Dikarenakan mudahnya mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Padahal kita tau, ketika memilih jurusan saat hendak kuliah, saudara kita setengah hati, karena pertimbangannya hanya kemudahan mencari kerja. Menjelang pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru. Pasti kalian merasa bingung dan galau, terkait pilihan jurusan yang akan kalian pilih. Atau mungkin kalian berpikir nasib yang sedang digeluti saudara kita saat ini. Akan sama dengan kita di masa depan.

Jangan risau, konsultasikan pada orang tua penyebab kegalauan kalian. Karena orang tua akan memberikan solusi terkait masalah kita. Jika mereka tidak bisa menyelesaikan masalah mereka pasti akan menyarankan kita untuk pergi ke psikolog. Psikolog punya pilihan solusi untuk masalah yang kita hadapi saat ini.

2. Peta Kehidupan

Konsultasi pertama dengan psikolog yaitu tentang “Peta Kehidupan.” Peta kehidupan akan memberikan kita gambaran terkait capaian yang akan kita peroleh terkait dengan usia kita. Peta ini dibagi menjadi delapan titik yang dikorelasikan dengan usia kita.

Misalnya, dalam titik pertama usia 13 tahun kita lulus Sekolah Dasar (SD). Pada titik kedua usia kita 19 tahun pada masa ini kita lulus SMA. Selanjutnya titik ketiga, usia kita 24 tahun. Pada titik ini kita telah menyandang gelar sarjana, capaian kita diantaranya: bekerja di perusahaan, membangun relasi, serta mengumpulkan modal untuk usaha. Begitu dengan titik selanjutnya akan diisi dengan harapan kita di masa depan.

3. Modal Hidup

Tugas kedua yang harus kita selesaikan adalah “Modal Hidup.” Jika kalian berpikir modal hidup adalah doa, keluarga, kasih sayang, pandidikan, dan uang. Pikiran kalian memang benar tapi kurang tepat. Modal hudup yang sebenarnya yaitu: olahpikir, olah rasa, dan olah raga.

Olah pikir, manusia memiliki prosesor tercanggih di dunia. Olah pikir dapat dilakukan dengan cara: perbanyak ilmu pengetahuan, feed your brain, membaca buku, dan belajar dari orang lain. Olah rasa akan membuat hidup kita lebih hidup (live your life). Olah rasa akan terjadi manakala kita rajin beribadah, tidak baperan, santun pada orang tua, dan selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Olah raga akan membuat badan kita prima. Dalam hal ini terkait dengan kebugaran jasmani. Tubuh prima akan diperoleh manakala kita punya pola hidup sehat diantaranya: makan dan minum yang baik, isrirahat cukup, serta jangan malas gerak.

4. Konsep Diri

Semua persepsi kita yang meliputi sosial, fisik, psikologis. Konsep diri secara umum terbagi menjadi dua aspek yatu positif (optimis, mencoba hal baru, merasa diri berharga, berani sukses, dan dapat menjadi pemimpin yang handal). Sementara aspek negatif terdiri dari, ragu pada diri sendiri, takut gagal, merasa bodoh tidak berharga, pesimis, dan tak layak sukses.

Dalam konsep diri terdapat teori Johari Window yang dikemukan Josept Luthfidan HoringtomInghom. Dalam teori ini terdapat empat bagian jendela yang terdiri atas Terbuka, Tersembunyi, Buta dan Tidak Diketahui.

5. Karir = Minat + Karakter Diri dan Pilihan Karir

Ternyata jenis pekerjaan dan karir itu tidak dapat dipisahkan dari kepribabadian seseorang. Dibawah ini merupakan pilihan karir yang cocok dengan kebiasaanmu.

  • Reaslistik. Apabila kalian senang memperbaiki mobil, menggunakan perkakas, memelihara binatang, berkemah, mengecat ruangan, menghubungkan tv.
  • Investigasi. Kalian termasuk jenis investigasi apabila senang menggunakan mikrofon, membedah binatang, membaca fiksi ilmiah, mengunjungi museum, memperbaiki gangguan pada computer, dan menginvertigasi TKP.
  • Sosial. Kalian termasuk tipe sosial manakala senang mengadakan pesta, memberikan pertolongan pertama, membuat orang senang, menjadi pekerja sosial, bertemu orang baru, pemandu wisata, penerjemah, dan memjadi relawan.
  • Wirausaha. Yang termasuk wirausahawan yaitu: menjual barang, membuat komunitas, menjalankan kampanye, melakukan praktik hukum, dan mengatur keuangan.
  • Artistik. Anda termasuk tipikal artistik apabila: senang menulis cerita, memainkan instrument, menata ulang ruangan, mendesain panggung, dan mempelajari bahasa asing.

Jadi mulai sekarang pilihlah jurusan yang sesuai dengan kebiasaan dan kesenangan kalian, agar kita tetap senang dalam menjalankan perkejaan kita di kemuadian hari. “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang bisa menjatuhkanmu adalah kamu sendiri.” R.A. Kartini.

Buku MAU JADI APA AKU?, bisa diunduh di sini.

Akhir kata, gerakan senang membaca perlu dipupuk sejak dini. Semoga bermanfaat dan mari bersama lawan covid. (af_18.53)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *